BERITA TERKINI
Airlangga: Diversifikasi Energi dan Penguatan SDM Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Airlangga: Diversifikasi Energi dan Penguatan SDM Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai meningkatnya ketidakpastian global—yang dipengaruhi dinamika geopolitik, disrupsi rantai pasok energi dan pangan, serta percepatan transformasi digital—membuat tantangan ekonomi dunia kian kompleks dan sulit diprediksi. Menurutnya, situasi tersebut berdampak pada stabilitas energi global, rantai pasok pupuk, hingga ketersediaan pangan, sehingga memerlukan respons kebijakan yang adaptif dan terukur dari setiap negara.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam acara National Seminar on Indonesia OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan Indonesia merespons ketidakpastian global dengan memperkuat ketahanan energi melalui strategi diversifikasi sumber pasokan dan pengurangan ketergantungan pada kawasan tertentu.

Airlangga menyebut upaya diversifikasi dilakukan, antara lain, dengan memperluas kerja sama pasokan energi dari berbagai negara seperti Nigeria dan Gabon, serta sejumlah negara alternatif lainnya. Langkah itu diarahkan untuk memastikan keamanan pasokan energi nasional.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memastikan ketahanan nasional melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, diversifikasi energi, penguatan kapasitas domestik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi hilir, pemerintah juga mengoptimalkan kerja sama regional untuk pemenuhan bahan bakar olahan, sembari meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mempercepat pemanfaatan biofuel melalui peningkatan mandatori pencampuran biodiesel. Kebijakan ini diharapkan menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan bauran energi yang beragam disebut turut menjaga stabilitas harga, sehingga fluktuasi harga komoditas global tidak langsung berdampak pada masyarakat.

Di luar sektor energi, penguatan juga dilakukan pada sektor pangan dan pupuk. Pemerintah mengendalikan harga gas untuk produksi pupuk serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Airlangga menyampaikan Indonesia mencatat surplus produksi pupuk tertentu dan mulai memenuhi permintaan ekspor dari sejumlah negara.

Menurutnya, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari pembelajaran dari krisis global, termasuk pandemi, untuk memastikan ketahanan nasional yang lebih kuat. Ke depan, Indonesia menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi guna mencapai visi negara berpendapatan tinggi pada 2045, antara lain dengan memperkuat konsumsi domestik sebagai kontributor utama perekonomian serta meningkatkan kualitas SDM melalui pengembangan pendidikan dan kolaborasi global.