Di tengah fragmentasi ekonomi global, Indonesia didorong untuk mengambil peran strategis sebagai penghubung arus modal dalam ekosistem ekonomi Islam. Dorongan ini disampaikan melalui inisiatif B57+ yang menitikberatkan pada konektivitas bisnis dan investasi lintas negara.
Ketua B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid menegaskan, pendekatan business-to-business (B2B) menjadi kunci untuk menghubungkan kapital dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta mitra global ke proyek-proyek riil di Indonesia.
Namun, Arsjad menekankan bahwa keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada sejumlah faktor, meski rincian faktor penentu itu tidak dijabarkan lebih lanjut dalam materi yang tersedia.