Amerika Serikat mengumumkan rencana pengetatan tekanan ekonomi terhadap Iran di tengah kebuntuan diplomasi dan meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik. Langkah terbaru Washington berupa sanksi baru yang menarget jaringan pengadaan senjata Teheran.
Kementerian Keuangan AS, dalam pernyataan resmi pada Selasa (21/4) waktu setempat, menyebut sanksi dijatuhkan kepada 14 individu dan perusahaan yang dituding membantu Iran memperoleh persenjataan. Sanksi ini diumumkan saat Iran disebut berupaya membangun kembali persediaan rudal balistiknya setelah serangan gabungan AS dan Israel.
Menurut pernyataan tersebut, target sanksi juga mencakup sejumlah pesawat yang berbasis di Iran, Turki, dan Uni Emirat Arab. Mereka dinilai terlibat dalam pengadaan maupun pengiriman senjata atau komponen atas nama Iran. Kementerian Keuangan AS menegaskan tekanan terhadap Iran akan terus ditingkatkan, terutama terkait program militernya.
“Seiring Amerika Serikat terus menguras persediaan rudal balistik Iran, rezim tersebut berupaya membangun kembali kapasitas produksinya,” demikian bunyi pernyataan resmi itu, seperti dikutip Reuters.
Washington juga menyoroti perubahan strategi militer Iran yang disebut semakin bergantung pada penggunaan drone tempur. Dalam pernyataan yang sama, AS menyebut Iran kian mengandalkan kendaraan udara tak berawak (UAV) serangan satu arah seri Shahed untuk menargetkan AS dan sekutunya, termasuk infrastruktur energi di kawasan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan itu diambil beberapa jam sebelum masa gencatan senjata sebelumnya berakhir, dengan alasan memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai antara kedua negara.
Melalui pernyataan di media sosial, Trump menyebut langkah tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang disebut berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi. “Saya telah menyetujui permintaan Pakistan ‘untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,’” kata Trump.