BERITA TERKINI
B57+ Asia Pasifik Dorong Kolaborasi untuk Akselerasi Industri Halal, Indonesia Bidik Peran Global

B57+ Asia Pasifik Dorong Kolaborasi untuk Akselerasi Industri Halal, Indonesia Bidik Peran Global

Forum bisnis B57+ Asia Pacific Regional Chapter menegaskan langkah strategis untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu penggerak ekonomi halal global. Inisiatif ini dinilai relevan di tengah dinamika ekonomi dunia yang diwarnai ketidakpastian dan perubahan cepat.

Penguatan agenda tersebut diawali melalui gelaran Halal Bihalal yang mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan. Acara ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Ketua Umum B57+ Asia Pacific Regional Chapter Arsjad Rasjid.

Sejumlah duta besar negara anggota B57+ turut hadir, termasuk Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri. Pertemuan juga melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam dan kalangan ekonom.

Diskusi berfokus pada potensi ekonomi halal dan peluang Indonesia untuk mengambil peran lebih besar, termasuk pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan industri halal secara global.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai peluncuran B57+ Asia Pacific Regional Chapter sebagai momentum penting. Menurutnya, platform ini dapat menjadi jembatan kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Saya sangat optimis bahwa Islamic Economic Multilateralism, dalam hal ini B57+ Asia Pacific Chapter, mampu menghadapi tantangan yang ada berdasarkan pengalaman menghadapi krisis sebelumnya,” kata Nasaruddin.

Ia juga menekankan bahwa ekonomi halal telah berkembang menjadi industri global yang besar dan tidak lagi semata terkait aspek ibadah. “Sektor makanan halal, keuangan syariah, kosmetik, hingga halal lifestyle kini menjadi arus utama ekonomi dunia,” ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, Arsjad Rasjid menilai kerja sama menjadi semakin penting di tengah kondisi global yang tidak menentu. Ia menyebut dibutuhkan platform yang mampu menghubungkan pasar sekaligus membangun kepercayaan.

“Salah satu pasar yang paling siap dan potensial adalah ekonomi halal,” jelas Arsjad.

Arsjad menambahkan, potensi ekonomi halal global diproyeksikan mencapai USD 9,5 triliun pada 2030. Ia menilai peluang ini bersifat inklusif karena melampaui batas agama, budaya, dan wilayah geografis.

Menurut Arsjad, kolaborasi menjadi kunci agar potensi tersebut dapat menghasilkan dampak optimal. “Misinya B57+ sederhana, tapi penuh ambisi: menerjemahkan kekuatan bersama menjadi kemakmuran bersama. Hal ini dicapai melalui perdagangan, investasi, dan konektivitas bisnis yang konkret,” ucapnya.

Ia juga menilai konsep halal kini berkembang menjadi gaya hidup yang mencerminkan kualitas dan integritas, sehingga standar halal relevan untuk berbagai sektor industri modern. “Tugas kita adalah menerjemahkan potensi ini menjadi manfaat ekonomi yang nyata. Banyak peluang di antara negara-negara Islam serta para mitranya yang masih memerlukan jembatan kelembagaan dan mekanisme kepercayaan yang lebih kokoh,” katanya.

Sebagai langkah konkret, B57+ Asia Pacific Regional Chapter disebut akan memperluas jangkauan kerja sama ke berbagai negara, tidak hanya di anggota OKI tetapi juga negara non-OKI di kawasan Asia Pasifik. Negara-negara ASEAN seperti Vietnam menjadi salah satu target ekspansi, selain Australia dan Selandia Baru.

Sekretaris Jenderal B57+ Indonesia Eka Sastra menegaskan posisi Indonesia dinilai strategis dalam ekosistem ini, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Kami menyadari bahwa tujuan besar ini tidak mungkin kami capai sendiri-sendiri. Upaya ini tentu membutuhkan kolaborasi dan kerja sama,” tutupnya.

B57+ merupakan platform ekonomi global berbasis sektor swasta di bawah naungan Islamic Chamber of Commerce and Development. Platform ini menghubungkan pelaku bisnis dari 57 negara anggota OKI dengan berbagai mitra strategis, dengan fokus pada peningkatan perdagangan intra-OKI, penguatan investasi lintas negara, serta penyusunan kebijakan yang aplikatif.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, B57+ Asia Pacific Regional Chapter diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi halal, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi halal di masa depan.