BERITA TERKINI
BI: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

BI: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia (BI) menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah gejolak geopolitik global, khususnya yang terjadi di Timur Tengah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, fundamental yang kuat tersebut turut mendorong ketahanan eksternal Indonesia tetap kokoh.

Perry menyebut kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari sejumlah indikator, antara lain inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan kredit. Selain itu, kondisi neraca pembayaran juga dinilai mendukung, termasuk defisit transaksi berjalan yang rendah.

“Jadi secara keseluruhan kondisi fundamental kita baik dan kuat dalam menghadapi kondisi geopolitik ini. Termasuk juga tadi cadangan devisa kita yang kuat,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) April, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Perry menekankan sinergi BI dengan Kementerian Keuangan berjalan erat. Menurutnya, kedua pihak terus berkomunikasi dan menginisiasi langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan pertumbuhan tetap terjaga.

BI juga memperhitungkan berbagai dampak dari perang di Timur Tengah, termasuk pergerakan harga minyak, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil (yield) US Treasury, serta dinamika aliran modal.