Mayoritas pasar saham di kawasan Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Pergerakan negatif ini dikaitkan dengan sentimen pasar, termasuk lonjakan harga minyak dunia seiring berlanjutnya krisis di Timur Tengah serta sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga di kisaran 3,5–3,75 persen.
Di kawasan Asia, sejumlah indeks bergerak variatif namun cenderung melemah. Indeks Nikkei 225 tercatat turun 1,12 persen ke level 59.246,56. Sementara itu, indeks Kospi Korea melemah 0,14 persen ke level 6.680,85. Di sisi lain, indeks Straits Times menguat 0,99 persen ke posisi 4.906,49.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat pada pukul 09.00 WIB, namun berbalik melemah 0,74 persen ke level 7.050. Pelemahan ini disebut terjadi di tengah aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang.
Pada perdagangan sesi I hingga pukul 10.56 WIB, IHSG tercatat turun 154,73 poin atau melemah 2,19 persen ke posisi 6.946,35. Data menunjukkan 116 saham menguat, 584 saham melemah, dan 106 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral terpantau melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang merosot 3,43 persen, diikuti sektor perindustrian yang turun 2,84 persen, serta sektor infrastruktur yang melemah 2,50 persen.
Aktivitas perdagangan pada pagi hari mencatat volume 20,18 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp9,7 triliun berdasarkan data per pukul 10.57 WIB.
Di kelompok saham LQ45 pada sesi I, tiga saham yang menjadi penguat teratas adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 1,23 persen, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 0,66 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 0,32 persen. Adapun saham yang menjadi pelemah teratas adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 8,72 persen, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah 5,67 persen, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 5,04 persen.
Pelemahan IHSG pada hari ini juga diikuti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tercatat melemah di kisaran Rp17.349 hingga Rp17.376 per dolar AS.