BERITA TERKINI
Diplomasi antar masyarakat dorong jejaring internasional dan promosi citra Hue

Diplomasi antar masyarakat dorong jejaring internasional dan promosi citra Hue

Berbagai kegiatan diplomasi antar masyarakat di Kota Hue terus dimanfaatkan untuk memperluas persahabatan internasional sekaligus memperkenalkan identitas kota bersejarah tersebut ke dunia. Departemen Luar Negeri setempat disebut memegang peran inti dalam menjembatani Hue dengan mitra luar negeri melalui pertukaran budaya, pendidikan, pariwisata, olahraga, hingga kerja sama kemanusiaan.

Menurut keterangan Direktur Departemen Luar Negeri, Nguyen Van Phuc, asosiasi dan program pertukaran masyarakat tidak hanya menjadi sarana membangun hubungan internasional, tetapi juga media untuk menyebarkan citra Hue. Ia berharap setiap program pertukaran dan proyek kerja sama dapat meninggalkan kesan tentang Hue yang kaya identitas, ramah, dan dinamis.

Dalam penguatan jejaring kerja sama, Hue telah menandatangani perjanjian dengan Prefektur Nara (Jepang) dan Prefektur Chungcheonam (Korea Selatan), serta sedang mempromosikan perjanjian dengan mitra di Swiss. Dengan perkembangan tersebut, total hubungan kerja sama tingkat provinsi yang dimiliki Hue mencapai 17 pasang.

Hue juga menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan internasional, antara lain Konferensi Walikota Berbahasa Prancis Internasional ke-45 (AIMF), Konferensi Regional Asia-Pasifik OWHC ke-5, serta Konferensi Regional Asia Timur ke-14 untuk Pemerintah Daerah. Sejumlah forum itu dipandang membuka ruang pertukaran pengalaman terkait pengelolaan warisan budaya, pelestarian, dan pembangunan lokal, sekaligus memperluas promosi Hue di tingkat global.

Apresiasi terhadap pertukaran komunitas turut disampaikan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis dan Direktur Institut Prancis di Vietnam, Eric Soulier. Ia mengatakan pihaknya akan terus memperkuat dan memperluas kerja sama dengan Hue, terutama di bidang pendidikan, budaya, warisan, dan kreativitas. Hue disebut sebagai lokasi kunci dalam diplomasi antar masyarakat Prancis di Vietnam, termasuk melalui keterlibatan dalam Festival Hue dan penguatan jejaring komunitas berbahasa Prancis.

Kesan serupa datang dari wisatawan. Takahashi Hiroshi, pelancong asal Jepang, menyampaikan pengalamannya mengikuti program pertukaran masyarakat, mulai dari kuliner tradisional hingga pertunjukan seni dan festival lokal. Ia menilai kedekatan Hue dengan dunia tidak hanya terbangun lewat diplomasi resmi, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia.

Selain sektor budaya, kegiatan yang terkait dengan Universitas Pendidikan Nasional Hue juga disebut berkaitan erat dengan pendidikan dan pariwisata. Sejumlah sekolah, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata di Hue menyelenggarakan program pertukaran internasional, beasiswa, serta perkemahan musim panas. Program-program ini dinilai membantu siswa dan masyarakat internasional memahami budaya, sejarah, dan tradisi Hue, sekaligus menjadi peluang untuk mempromosikan pariwisata serta menarik sumber daya, wisatawan, dan investor internasional.

Di sisi lain, peran Departemen Luar Negeri juga mencakup penyelenggaraan resepsi, dukungan bagi delegasi yang berangkat dan datang, mobilisasi bantuan internasional, serta upaya menarik investasi asing. Departemen tersebut mengoordinasikan pelaksanaan proyek-proyek komunitas bernilai lebih dari 10 miliar VND yang ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, serta bantuan bencana.

Upaya promosi Hue di Republik Ceko, Belgia, Swiss, dan Australia juga disebut membantu investor internasional memahami lingkungan investasi di Hue, yang diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam catatan kegiatan, Hue telah menyambut hampir 1.000 delegasi internasional, termasuk sekitar 30 delegasi tingkat tinggi, serta menyelenggarakan lebih dari 110 perjalanan kerja ke luar negeri. Pemerintah setempat juga menilai hubungan dengan komunitas Vietnam di luar negeri semakin luas dan mendalam, dengan kontribusi pada berbagai proyek kemanusiaan dan investasi.

Nguyen Van Phuc menegaskan diplomasi antar masyarakat dipandang sebagai pilar penting yang tidak hanya menjembatani persahabatan, tetapi juga menciptakan nilai sosial-ekonomi yang nyata. Ia menyatakan Departemen Luar Negeri akan terus berperan sebagai penghubung untuk mendorong integrasi Hue yang lebih dalam dengan mitra internasional, sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan urusan luar negeri.