Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada 2026 dinilai menjadi sinyal kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Kebijakan tersebut diyakini dapat meredam gejolak biaya produksi sekaligus menjaga daya beli masyarakat yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan harga BBM subsidi tetap terjaga. Menurutnya, kepastian ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Gde Sumarjaya, yang akrab disapa Demer, menilai stabilitas harga energi menjadi kunci untuk menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga. Ia juga menilai kebijakan tersebut dapat melindungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menahan tekanan inflasi, serta menjaga konsumsi domestik tetap kuat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, ia memandang penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pemerintah sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, kebijakan itu dapat menyeimbangkan antara stabilitas pasokan energi dan perlindungan masyarakat, mengingat BBM non-subsidi mayoritas dikonsumsi kelompok menengah ke atas sehingga dampaknya dinilai lebih terukur.
Ia juga mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman. Upaya menjaga stok, memperkuat pasokan, hingga pengelolaan impor energi disebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global.
Gde Sumarjaya menekankan pentingnya sinergi antara Presiden dan kementerian teknis agar energi tetap terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan kebijakan yang konsisten dan terarah, stabilitas energi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh di tengah dinamika global.