BERITA TERKINI
Gejolak Global Menguat, BI Tempuh Langkah Stabilkan Rupiah dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Gejolak Global Menguat, BI Tempuh Langkah Stabilkan Rupiah dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Gejolak di pasar global kembali menjadi perhatian pelaku ekonomi, di tengah pergerakan sejumlah komoditas energi yang meningkat tajam. Dalam sepekan terakhir, harga minyak Brent tercatat naik 7,6%, sementara harga diesel di Amerika Serikat mencetak rekor baru di level US$ 5,85.

Di dalam negeri, situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi. Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Selain dinamika pasar energi, sejumlah perkembangan lain juga berlangsung di Indonesia. Aktivitas erupsi Anak Krakatau dilaporkan terjadi, namun ASDP memastikan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni masih berjalan normal.

Dari sisi korporasi, beberapa perusahaan mengumumkan rencana ekspansi dan target bisnis. Metrodata (MTDL) menargetkan kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin pertumbuhan, dengan bisnis hybrid AI disebut meningkat 171%. WIKA menggarap proyek coal handling untuk PTBA dengan target rampung pada kuartal III-2026. Pupuk Indonesia juga menjajaki pengembangan pabrik pupuk di Rusia dengan target operasi pada 2030.

Di sektor jasa dan properti, Artotel Group disebut akan mengelola aset venue dan fasilitas kampus Universitas Padjadjaran (Unpad). Sementara itu, Fitch menaikkan peringkat Lippo General Insurance ke AAA, yang dikaitkan dengan dukungan strategi Hanwha.