Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terbaru di zona hijau setelah menguat 0,41% ke level 7.101,23. Penguatan indeks didorong oleh kinerja saham-saham berkapitalisasi besar, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi penopang utama.
Meski ditutup menguat, secara teknikal IHSG masih menghadapi tekanan jual. Salah satu sinyal yang dicermati pelaku pasar adalah pola death cross, yakni perpotongan rata-rata pergerakan MA5 dan MA20, yang mengindikasikan indeks masih berada dalam bayang-bayang tren koreksi.
Di tengah kondisi tersebut, peluang pemulihan jangka pendek tetap terbuka melalui potensi technical rebound. Situasi ini dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk pergerakan jangka pendek, sembari tetap memperhatikan risiko volatilitas.
Memasuki penghujung April, arah pergerakan IHSG diperkirakan akan banyak dipengaruhi sentimen global dan rilis kinerja fundamental emiten. Investor memantau hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) beserta pernyataan Ketua The Fed yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat.
Selain itu, pasar juga menanti serangkaian data makroekonomi AS. Pada Rabu, 29 April 2026, dijadwalkan rilis data building permits, pesanan barang tahan lama (durable goods orders), dan housing starts. Sementara pada Kamis, 30 April 2026, akan dipublikasikan indeks harga PCE sebagai salah satu indikator inflasi utama, serta data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal I/2026.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada publikasi laporan keuangan emiten untuk periode kuartal I/2026. Capaian laba perusahaan tercatat dipandang menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia.