JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,90% ke level 6.966,34 pada awal sesi pertama perdagangan hari ini. Hingga pukul 10.29 WIB, pelemahan tersebut menempatkan IHSG sebagai indeks saham dengan kinerja terburuk dibanding tujuh negara emerging market lain di kawasan Asia Pasifik.
Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor basic materials yang turun 3,01%.
Nilai transaksi saham di BEI mencapai Rp6,33 triliun dengan volume perdagangan 16,38 juta lembar saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham-saham bank berkapitalisasi besar mencatat nilai transaksi tertinggi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp629,89 miliar. Namun, harga saham BBCA turun 2,09% ke Rp5.850 per lembar, yang menjadi rekor terendah baru dalam sekitar lima tahun terakhir.
Analis Phintraco Sekuritas menilai target support IHSG di level 7.000 telah tercapai dan indeks kini memasuki area kritis pada rentang 6.917–7.000. Menurut analis tersebut, selama IHSG bertahan di area itu, peluang rebound masih terbuka. Sebaliknya, jika IHSG ditutup di bawah rentang tersebut, kondisi itu akan menjadi konfirmasi kelanjutan tren bearish.
Di kawasan emerging market Asia Pasifik, pergerakan indeks saham berlangsung beragam. Berdasarkan data Bloomberg, NIFTY India menguat 0,76% dan TWSE Taiwan naik 0,46%.