Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia sebagai salah satu “bright spot” atau titik cerah dalam perekonomian global. Penilaian tersebut disampaikan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa setelah bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva.
“IMF memuji Indonesia sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat,” kata Purbaya, Senin (20/4/2026).
Menurut Purbaya, penilaian positif itu didukung oleh kondisi fiskal Indonesia yang dinilai tetap solid, serta adanya bantalan anggaran yang memadai di tengah ketidakpastian global. IMF juga mengapresiasi berbagai kebijakan yang dinilai kredibel dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pujian tersebut menjadi sinyal positif di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara. Dengan fundamental yang kuat, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan eksternal.
Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, Purbaya memaparkan langkah reformasi yang tengah dijalankan pemerintah. Reformasi itu mencakup hilirisasi industri, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan iklim investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam jangka menengah.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan produktivitas melalui penguatan UMKM, pengurangan sektor informal, serta pembukaan sektor ekonomi bernilai tambah tinggi seperti jasa. Selain itu, Indonesia mendorong transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya panas bumi.
Bank Dunia menyatakan siap mendukung program pembangunan Indonesia melalui skema Country Partnership Framework (CPF). Di sela pertemuan IMF-World Bank Spring Meeting, Purbaya juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra internasional, termasuk OECD, China, Polandia, dan Australia, untuk memperkuat kerja sama ekonomi global.