Iran menyampaikan kecaman terhadap apa yang disebutnya sebagai “diplomasi paksa” yang dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa negosiasi tidak dapat dimaknai sebagai bentuk penyerahan diri.
Namun, informasi rinci mengenai konteks pernyataan, pihak yang menyampaikan, waktu kejadian, serta latar belakang perundingan yang dimaksud tidak tersedia dalam materi yang diterima. Naskah sumber yang menjadi rujukan utama hanya memuat judul dan keterangan verifikasi Dewan Pers.
Adapun keterangan verifikasi menyebutkan status “Administratif dan faktual” dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023.