BERITA TERKINI
Iran Nilai Pelanggaran Gencatan Senjata AS Hambat Kemajuan Diplomasi

Iran Nilai Pelanggaran Gencatan Senjata AS Hambat Kemajuan Diplomasi

Iran menilai pelanggaran gencatan senjata yang berulang serta ancaman dari Amerika Serikat menjadi penghambat utama kemajuan diplomasi antara kedua negara, di tengah upaya mendorong dimulainya kembali perundingan.

Penilaian itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam percakapan telepon pada Senin. Kontak tersebut berlangsung saat kedua pihak berupaya memajukan putaran baru perundingan.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Dar menekankan pentingnya dialog dan keterlibatan berkelanjutan secepat mungkin guna menyelesaikan seluruh isu yang masih tertunda demi mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

Percakapan itu terjadi ketika tim Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersiap berangkat ke Pakistan untuk kemungkinan perundingan dengan pihak Iran. Hingga kini, Iran belum mengonfirmasi partisipasinya secara resmi.

Dar dan Araghchi juga dilaporkan melakukan pembicaraan serupa pada Minggu, saat tim pendahulu Amerika Serikat mulai tiba di Islamabad.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi mengapresiasi upaya mediasi Pakistan. Namun, ia menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan apa yang disebutnya sebagai “tindakan provokatif” Amerika Serikat merupakan “hambatan utama” bagi kemajuan diplomasi kedua pihak.

Araghchi juga menyoroti ancaman dan tindakan terhadap kapal-kapal komersial Iran, serta retorika pejabat Amerika Serikat yang dinilainya kontradiktif dan mengancam. Ia menyebut hal tersebut melemahkan proses perundingan.

Araghchi menegaskan Iran akan mempertimbangkan seluruh faktor dalam menentukan langkah selanjutnya dalam jalur diplomasi.

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan Amerika Serikat–Iran pada 11–12 April, setelah memediasi gencatan senjata selama 14 hari pada 8 April. Gencatan senjata itu dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Sumber pemerintah Pakistan menyebutkan Islamabad juga mengharapkan “perkembangan positif dalam waktu dekat” terkait Selat Hormuz, menyusul percakapan antara Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Putaran kedua perundingan Amerika Serikat–Iran diperkirakan segera digelar di ibu kota Pakistan. Sementara itu, jalur perairan strategis Selat Hormuz disebut secara efektif ditutup sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Teheran sempat menyatakan selat tersebut dibuka pada Jumat, namun menutupnya kembali sehari kemudian setelah Trump mengumumkan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut. Pada Minggu, pasukan Amerika Serikat menahan kapal kargo Iran setelah melepaskan tembakan dan menaikinya.

Otoritas Iran menuntut pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebelumnya, sumber Pakistan menyebut delegasi Iran diperkirakan tiba di Islamabad pada Selasa.