Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta menggelar halalbihalal bersama Solo Bersama Selamanya (SBS) di Hotel Solo Paragon, Senin (20/4/2026) malam. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antarelemen ekonomi di Solo di tengah ketidakpastian global yang dinilai menekan rantai pasok dunia.
Ketua Kadin Solo, Ferry Sephta Indrianto, mengatakan kondisi global saat ini menuntut pelaku usaha menjaga produktivitas sekaligus daya saing produk barang dan jasa agar tetap kompetitif. Ia menilai salah satu langkah strategis yang perlu didorong adalah memperkuat aglomerasi Solo Raya untuk memperbesar skala cakupan produk dan meningkatkan efisiensi kawasan.
“Bagaimana kita ke depan memastikan barang dan jasa terus berproduksi dengan harga yang kompetitif dan juga tidak lupa daya saing produk kita harus kita jaga,” ujar Ferry.
Ferry juga menekankan pentingnya kepastian hukum bagi investasi. Menurutnya, Solo perlu terus menjaga iklim yang ramah bagi investor serta mendukung rencana investasi ke depan.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi peran Kadin dan SBS yang dinilai konsisten merekatkan elemen sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Kota Surakarta saat ini berada di peringkat pertama nasional dalam Indeks Daya Saing Daerah dengan skor 4,43, jauh di atas rata-rata nasional.
“Daya saing kota yang kuat nantinya juga akan mendukung iklim investasi yang sehat juga. Inilah yang kami harapkan tata kelola yang lebih inovatif, birokrasi yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat,” kata Astrid.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Dalam kesempatan itu, para pengusaha juga didorong untuk mendukung program pengelolaan sampah terpadu guna menjaga kenyamanan Surakarta sebagai kota pariwisata.