BERITA TERKINI
Kepri Fokus Perkuat Layanan Wisata di Pintu Masuk di Tengah Dampak Konflik Geopolitik

Kepri Fokus Perkuat Layanan Wisata di Pintu Masuk di Tengah Dampak Konflik Geopolitik

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menempatkan peningkatan kualitas pelayanan pariwisata sebagai prioritas utama di tengah dampak konflik geopolitik yang dinilai berpotensi memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menekankan pentingnya penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan terbaik diberikan sejak wisatawan pertama kali tiba di wilayah Kepri. Menurutnya, kesan awal yang diterima wisatawan saat turun dari pesawat atau tiba di pelabuhan akan sangat menentukan pengalaman berwisata.

Ia juga menyoroti peran layanan di titik masuk seperti CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority) sebagai wajah utama daerah dalam membangun citra positif pariwisata. Karena itu, pembenahan pelayanan di pintu masuk disebut perlu diutamakan agar wisatawan merasa nyaman sejak awal kedatangan.

Di tengah tantangan global, kinerja sektor pariwisata Kepri disebut menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025 tercatat 2,027 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 4,320 juta wisatawan nusantara ke Kepri, yang menjadi capaian tertinggi pascapandemi.

Dari capaian tersebut, sektor pariwisata Kepri disebut berkontribusi terhadap perekonomian daerah dengan nilai sekitar Rp22,6 triliun dari pengeluaran wisatawan. Selain itu, Kepri juga menyumbang 1,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari sektor akomodasi dan makan minum.

Nyanyang menyampaikan, pada Januari hingga Februari 2026 kunjungan wisatawan mencapai sekitar 327 ribu orang, dengan sekitar 78 persen di antaranya berkunjung ke Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyatakan kondisi pariwisata Kepri secara umum masih cukup baik, dengan pasar utama berasal dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina. Namun ia mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari kenaikan biaya transportasi dan bahan bakar, pembatasan akses dari beberapa negara, hingga potensi penurunan okupansi akibat tekanan ekonomi global.

Hasan menilai, bila tidak diantisipasi, dampaknya dapat menyerupai tekanan yang dialami sektor pariwisata saat pandemi COVID-19.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pariwisata yang tersambung secara virtual menilai Kepri memiliki resiliensi yang kuat sebagai destinasi utama, khususnya bagi wisatawan dari Singapura dan kawasan sekitarnya. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia menyebut Kepri tidak hanya menarik wisatawan asal Singapura, tetapi juga wisatawan internasional yang berkunjung ke negara tersebut.

Adapun Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Firnandi Gufron menekankan pentingnya fokus pada pasar jarak dekat (short haul) sebagai strategi utama di tengah kondisi global saat ini.