BERITA TERKINI
Ketegangan di Timur Tengah Dorong Investor Perkuat Diversifikasi Portofolio

Ketegangan di Timur Tengah Dorong Investor Perkuat Diversifikasi Portofolio

Jakarta — Konflik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, dinilai menjadi salah satu sumber guncangan utama bagi perekonomian global. Situasi tersebut disebut ikut menyadarkan investor akan pentingnya diversifikasi portofolio di tengah meningkatnya volatilitas pasar.

Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM) Camar Remoa mengatakan investor perlu memastikan alokasi aset tetap seimbang dan tidak terfokus pada satu instrumen. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip Kamis, 23 April 2026.

Menurut Camar, meski terdapat indikasi de-eskalasi, kondisi masih rapuh dan berpotensi kembali memburuk. Karena itu, arah pasar ke depan dinilai sangat bergantung pada perkembangan geopolitik.

“Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoptimalkan peluang,” ujar Camar.

Ia menilai, meningkatnya ketidakpastian global serta dinamika pasar domestik membuat kebutuhan strategi investasi yang adaptif semakin relevan. Volatilitas yang dipicu faktor geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta pergerakan aliran dana asing mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengelola portofolio.

Camar menekankan pendekatan yang disiplin dan terdiversifikasi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini. Untuk investor berprofil risiko konservatif, ia menyarankan strategi defensif dengan menjaga likuiditas melalui instrumen yang relatif stabil.

Reksa Dana Pasar Uang dapat dimanfaatkan sebagai pilihan penempatan dana jangka pendek, sekaligus menjadi strategi “parkir dana” sambil menunggu momentum pasar yang lebih optimal.

“Sementara itu, Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih optimal dengan tingkat risiko yang tetap terjaga,” kata Camar. Ia menambahkan, instrumen tersebut secara historis mampu memberikan kinerja yang relatif stabil, termasuk dalam berbagai fase siklus pasar.

Bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif, peluang dinilai tetap terbuka melalui alokasi pada instrumen berbasis obligasi pemerintah maupun saham, khususnya dengan pendekatan investasi bertahap. Camar menyebut strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu mengurangi risiko penentuan waktu investasi sekaligus mengoptimalkan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, disiplin pengelolaan portofolio—termasuk menjaga keseimbangan alokasi aset dan likuiditas—akan menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang. Dengan pendekatan yang terukur dan terdiversifikasi, investor dinilai dapat menjaga stabilitas sekaligus memanfaatkan peluang di tengah volatilitas.

Dalam keterangannya, PT IIM juga menyebut menghadirkan produk Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (I-Money) untuk penempatan dana yang lebih fleksibel. Reksa dana ini dirancang untuk membantu investor menjaga likuiditas sekaligus memperoleh potensi imbal hasil yang relatif stabil melalui diversifikasi pada instrumen pasar uang atau efek bersifat utang yang diterbitkan pemerintah RI dan/atau korporasi dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.