Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menantang Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang blokade laut terhadap Iran selama 30 hari ke depan. Tantangan itu disampaikan Qalibaf melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (29/4/2026).
Dalam pernyataannya, Qalibaf menyebut upaya Washington menekan ekonomi Iran melalui jalur laut tidak efektif. Ia mengklaim bahwa hingga tiga hari setelah blokade diberlakukan, tidak ada satu pun sumur minyak Iran yang terdampak atau meledak sebagaimana yang diperkirakan pihak AS.
Qalibaf juga menawarkan untuk menyiarkan secara langsung kondisi sumur-sumur minyak Iran sebagai bukti ketahanan industri energi negaranya. Pernyataan itu sekaligus menyindir Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyampaikan klaim bahwa industri minyak Iran akan goyah dalam waktu singkat akibat blokade.
Qalibaf turut menyoroti pergerakan harga minyak global yang, menurutnya, melonjak hingga mencapai 120 dolar AS per barel. Ia menilai strategi blokade yang menargetkan kapal-kapal di pelabuhan Iran justru berbalik merugikan warga AS karena memicu kenaikan harga energi di pasar internasional.