MANILA — Komite Kehakiman Kongres Filipina menyatakan menemukan bukti yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte. Keputusan ini membuat proses pemakzulan kian mendekati tahap berikutnya dan berpotensi memengaruhi peluang politiknya pada masa mendatang.
Temuan komite tersebut akan diajukan ke sidang pleno untuk dipungut suara ketika Kongres kembali bersidang bulan depan. Untuk melanjutkan ke persidangan pemakzulan di Senat, diperlukan dukungan sepertiga anggota.
Jika dalam persidangan pemakzulan di Senat Sara Duterte dinyatakan bersalah, ia dapat dicopot dari jabatannya dan dilarang berpolitik seumur hidup.
Upaya pemakzulan ini didorong oleh masyarakat sipil dan kelompok sayap kiri. Mereka menuduh Sara Duterte menyalahgunakan dana publik, menumpuk kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta mengancam nyawa para pesaingnya, yakni Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan sepupunya yang merupakan mantan ketua parlemen.
Dalam pemungutan suara di tingkat komite, seluruh 53 anggota komite sepakat bahwa ada alasan yang cukup untuk memakzulkan Sara Duterte, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (30/4/2026).
Sara Duterte membantah melakukan kesalahan dan menyebut pengaduan terhadap dirinya bermotif politik. Ia juga masih terlibat dalam perseteruan publik dengan Marcos Jr, yang sebelumnya merupakan sekutunya ketika keduanya berpasangan dalam pemilu 2022 dan menang telak.
Dengan Marcos Jr dibatasi konstitusi untuk hanya satu masa jabatan, Sara Duterte disebut sebagai kandidat favorit untuk menggantikannya pada 2028. Saat mengumumkan keputusannya pada Februari untuk mencalonkan diri sebagai presiden, Sara Duterte menyampaikan permintaan maaf karena telah membantu Marcos Jr menjadi presiden.
Pengacara Sara Duterte tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait keputusan Komite Kehakiman Kongres. Sara Duterte sebelumnya menepis pengaduan itu sebagai “hanya selembar kertas”.