Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menjalin kerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya untuk memperkuat ekosistem olahraga bela diri di Jawa Timur. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan prestasi sekaligus integrasi nilai disiplin dan filosofi Jepang dalam pembinaan atlet.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil dengan Deputy Consul-General Jepang Ishii Yutaka serta Consul for Information, Education, and Culture Kaori Morohita. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter atlet.
Sebagai langkah awal, KONI Jatim dan pihak Jepang merencanakan eksibisi serta sosialisasi olahraga bela diri di Surabaya pada 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan Taiiku no Hi atau Hari Olahraga Nasional Jepang.
Muhammad Nabil menyatakan kerja sama ini ditujukan sebagai investasi jangka panjang bagi pembinaan atlet Jawa Timur. Ia menekankan target penguatan nilai seperti integritas, disiplin, dan kehormatan yang disebutnya sejalan dengan filosofi Bushido, selain pencapaian prestasi di arena pertandingan.
Program kolaborasi ini diproyeksikan mencakup sejumlah cabang bela diri asal Jepang, antara lain Karate (Shotokan dan Kyokushin), Judo, Aikido, Kendo, Kempo, serta Kyudo. Pelaksanaannya disebut berada di bawah supervisi organisasi Budo Jepang untuk menjaga autentisitas teknik dan nilai yang dibawa.
Dari pihak Jepang, Ishii Yutaka menyambut inisiatif tersebut dan menilai Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan basis massa olahraga bela diri yang besar di Indonesia. Ia memandang kerja sama ini sebagai jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang melalui jalur olahraga dan prestasi.
Ke depan, peta jalan kerja sama yang disiapkan mencakup pertukaran pelatih bersertifikasi internasional, program pelatihan di Jepang bagi atlet potensial Jawa Timur, serta rencana penyelenggaraan turnamen internasional. Jika terealisasi, Surabaya diharapkan masuk dalam agenda kegiatan bela diri tingkat dunia.