Kapal layar latih TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Bima Suci tiba di Singapura pada Kamis (30/4/2026) dalam rangka misi diplomasi maritim. Pelayaran ini membawa taruna TNI AL serta perwakilan dari sejumlah negara sahabat.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kunjungan tersebut merupakan bagian dari kelanjutan etape pelayaran Satgas Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
Komandan KRI Bima Suci sekaligus Komandan Satgas KJK 2026, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, menyatakan bahwa Singapura menjadi titik penting dalam misi ini. Menurut dia, kegiatan tersebut ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia–Singapura sekaligus menjadi laboratorium lapangan bagi para taruna.
“Melalui pelayaran ini, KRI Bima Suci diharapkan tidak hanya menjadi sarana latihan bagi Taruna AAL, tetapi juga sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” ujar Sugeng.
Selama berada di Singapura, Satgas KJK dijadwalkan menggelar sejumlah kegiatan diplomasi. Agenda itu dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia serta memperkuat sinergi antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN).
Kedatangan KRI Bima Suci disambut oleh sejumlah pejabat, di antaranya Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Singapura Susilo Djati Ismojo, Sahli Kasal Laksda TNI Monang Hatarongan, serta Atase Pertahanan RI Kolonel (Pnb) Hendra Supriyadi.
Turut hadir Atase Laut Kolonel (Mar) Novianto Danang Kurniawan, Atase Darat Kolonel Inf M. Windra Lisrianto, staf KBRI Singapura Wiliyam Saroinsong, ILO IFC Letkol Laut (P) Wahyu Idarta, serta Asisten Atase Pertahanan Mayor Laut (P) Ardias Martanto. Perwakilan RSN juga terlihat menyambut kedatangan kapal layar tiang tinggi tersebut.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman para taruna mengenai dinamika kerja sama maritim dan kompleksitas hubungan diplomatik antarnegara di kawasan Asia Tenggara.