Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai ketidakpastian ekonomi global saat ini semakin sulit diprediksi kapan akan mereda. Ia mengatakan situasi tersebut dipengaruhi oleh konflik yang belum berakhir antara Amerika Serikat dan Iran, serta tekanan perdagangan global yang terus menahan laju perekonomian dunia.
“Sekarang terjadi ketidakpastian yang enggak jelas, perang belum jelas, ekonomi dunia melambat, sentimen gampang terbalik,” kata Purbaya di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Selasa (21/4/2026).
Purbaya juga menyampaikan bahwa Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, disebut memberikan imbauan khusus kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dunia untuk mengantisipasi perang yang tidak kunjung selesai dalam waktu dekat. Namun, Purbaya tidak merinci isi pesan tersebut.
“Jadi kalau saya lihat kemarin Scott Bessent mengimbau menteri-menteri atau gubernur bank sentral dunia untuk bertindak seperti apa, kelihatannya sih perjanjiannya enggak pernah tercapai, karena mereka memposisikan Iran sebagai negara yang kalah perang,” ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, eskalasi konflik di Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran berpotensi memasuki periode jangka menengah hingga panjang. Meski begitu, ia memperkirakan Amerika Serikat memiliki kebutuhan untuk menyelesaikan perang tersebut sebelum pemilihan sela di AS pada September 2026.
“Kalau gitu mah kapan ketemunya. Jadi kalau saya pikir masih akan lama ini, mungkin sampai September yah, karena mereka harus selesaikan perang sebelum pemilihan di sana,” ucap Purbaya.