Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tidak hanya membahas isu-isu strategis, tetapi juga menyinggung fenomena global K-Pop yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia.
Dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Sugiono menyebut ada rencana konkret untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama budaya kedua negara.
“Dan kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari strategi diplomasi lunak (soft diplomacy) yang menyasar masyarakat, terutama generasi muda, sekaligus memperkuat hubungan bilateral melalui jalur budaya populer.
Ia juga mengaku baru mengetahui bahwa Indonesia memiliki representasi di industri K-Pop, yakni adanya warga negara Indonesia yang menjadi personel grup di Korea Selatan.
“Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance,” ujarnya.
Sugiono menegaskan agenda kunjungan luar negeri Presiden diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk di sektor budaya dan hiburan.
“Tapi tentu saja sekali lagi, kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dari hubungan kita dengan berbagai negara di dunia,” kata Sugiono.
Pertemuan Prabowo dan Lee berlangsung di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Cheong Wa Dae (Blue House), pada awal Maret lalu. Selain agenda resmi kenegaraan, suasana jamuan makan siang disebut mencair ketika hadir Carmen, anggota grup K-Pop Hearts2Hearts asal Indonesia.
Momen tersebut menjadi simbol kedekatan budaya kedua negara saat Prabowo dan Lee berfoto bersama Carmen dengan gaya “finger heart” yang identik dengan industri K-Pop.