Bengkulu — Pakar Ekonomi dan Kebijakan Publik Dr Anzori Tawakal menilai gejolak geopolitik global yang memicu gangguan distribusi energi dan perdagangan internasional dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor komoditas strategis.
Menurut Anzori, ketegangan antarnegara yang berdampak pada jalur distribusi minyak dan logistik global membuat sejumlah negara mengalami keterbatasan pasokan komoditas penting. Situasi itu, kata dia, membuka ruang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan pasar.
Ia mengatakan peluang peningkatan ekspor terutama berada pada sektor energi, pangan, dan bahan baku industri yang dibutuhkan pasar internasional. Meningkatnya permintaan global terhadap komoditas seperti minyak nabati, hasil tambang, dan produk pangan dinilai berpotensi mendorong kenaikan nilai ekspor nasional.
Anzori menambahkan, peluang tersebut juga dapat berdampak pada peningkatan produksi di dalam negeri yang pada akhirnya berujung pada bertambahnya penyerapan tenaga kerja.
Ia juga menyoroti kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah sebagai faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah ekspor agar Indonesia tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Karena itu, sektor industri pengolahan perlu diperkuat agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi sesuai kebutuhan pasar global.
Anzori menekankan momentum dari gejolak geopolitik global tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui dukungan kebijakan yang tepat serta kesiapan pelaku usaha dalam negeri.