Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk melanjutkan pertemuan guna membahas penyelesaian konflik yang sedang berlangsung. Kesepakatan tersebut disebut muncul setelah upaya diplomasi yang dimediasi Pakistan sebagai pihak penengah, sekaligus menandai komitmen kedua pihak untuk tetap membuka jalur komunikasi di tengah ketegangan.
Delegasi dari kedua negara dijadwalkan tiba di Pakistan untuk melanjutkan proses negosiasi. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian diplomasi intensif yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, dengan Pakistan memainkan peran strategis dalam menjembatani kepentingan yang bertentangan.
Sebelumnya, perundingan yang dikenal sebagai Islamabad Talks digelar pada pertengahan April 2026. Meski belum menghasilkan kesepakatan menyeluruh, kedua pihak dilaporkan mencatat kemajuan pada beberapa poin, termasuk pembahasan gencatan senjata. Namun, perbedaan mendasar masih terlihat pada isu program nuklir Iran dan dinamika strategis di kawasan, menunjukkan bahwa negosiasi masih menghadapi tantangan kompleks.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut sebagai bagian dari dinamika geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah, dengan dampak yang tidak hanya bersifat politik tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi kawasan. Dalam situasi ini, Pakistan menyatakan berupaya menjaga netralitas sambil mendorong solusi damai melalui dialog, dengan pertemuan lanjutan diharapkan dapat memperkecil perbedaan dan membuka jalan menuju penyelesaian yang lebih berkelanjutan.