Madiun — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menilai dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang kian kompleks telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi pada upacara bendera di Halaman Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Senin (20/4/2026).
“Dalam kurun waktu belakangan ini, kita perlu menyadari bahwa berbagai peristiwa penting telah memengaruhi kondisi bangsa,” ujar Jenderal Agus dalam amanat tersebut.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyoroti memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang dinilainya berdampak luas terhadap stabilitas politik dan ekonomi negara. Ia juga menyinggung gugurnya sejumlah prajurit terbaik yang tengah bertugas di wilayah perbatasan Israel-Lebanon.
Selain dinamika konflik global, Jenderal Agus mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, maraknya penyebaran opini, berita bohong, dan provokasi di ruang digital berpotensi memicu perpecahan serta konflik antarkomponen bangsa.
“Banyak opini, berita bohong, dan provokasi yang disebarkan di media sosial, sehingga dapat menjadi sumber perpecahan dan permusuhan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Panglima TNI mengimbau seluruh personel untuk berperan aktif menjaga citra institusi dengan menyebarkan konten positif.
Di akhir amanat, Jenderal Agus menegaskan bahwa tantangan tugas TNI ke depan tidak akan semakin ringan, melainkan semakin kompleks seiring perkembangan situasi strategis.
“Tugas TNI ke depan bukan semakin ringan. Hal ini seiring dengan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin kompleks,” pungkasnya.