Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong untuk terus berinovasi agar mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi global. Dorongan ini mengemuka dalam program TERAS UMKM yang menghadirkan Susilyawati, pemilik Kedai Kue Hafidzah & Roti Bakar Aleah, pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam dialog tersebut, Susilyawati menekankan inovasi produk sebagai kunci menjaga keberlangsungan usaha. Menurut dia, pelaku UMKM tidak bisa hanya mengandalkan produk lama tanpa pembaruan, baik dari sisi rasa maupun tampilan.
“Kalau kita tidak berinovasi, pelanggan akan cepat bosan,” ujar Susilyawati. Ia menambahkan, tren pasar yang terus berubah menuntut pelaku usaha untuk adaptif dan kreatif dalam mengembangkan menu.
Selain pembaruan produk, Susilyawati juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran. Ia mengaku memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, promosi digital dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di sisi lain, ia menegaskan perlunya menjaga kualitas meski harga bahan baku mengalami kenaikan. “Walaupun harga bahan naik, kualitas harus tetap dijaga agar pelanggan tetap percaya,” katanya.
Berkaca dari pengalamannya, Susilyawati berharap pelaku UMKM lain tidak mudah menyerah menghadapi tantangan ekonomi. Ia menilai ketahanan usaha dapat dibangun melalui konsistensi, inovasi, serta kedekatan dengan pelanggan.