Pemerintah menyiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi lonjakan harga berbagai komoditas, termasuk kantong plastik, yang dipengaruhi dinamika geopolitik global di Timur Tengah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dampak gejolak global tidak hanya dirasakan pada sektor bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga merembet ke komoditas lain. “Kalau tadi kita bicara sektor BBM, maka banyak komoditas lain juga ikut terdampak, salah satunya masalah plastik,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/4).
Menurut Prasetyo, pemerintah terus memantau perkembangan harga komoditas dunia yang berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia, termasuk bahan baku industri, energi, dan kebutuhan pokok. “Kami pemerintah terus-menerus setiap hari memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia,” ucapnya.
Terkait skema khusus untuk menekan harga, Prasetyo menyebut pemerintah masih membahas berbagai opsi yang memungkinkan. Ia menilai penyelesaian kenaikan harga komoditas global tidak dapat dilakukan secara instan.
Ia mencontohkan upaya mengamankan pasokan minyak yang membutuhkan proses tidak sederhana, termasuk mencari sumber baru yang sebelumnya belum menjadi mitra pasokan Indonesia. “Ini kan butuh waktu. Tapi yang pasti adalah kita mencari terus skema-skema untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang kemudian terdampak akibat dari situasi geopolitik,” katanya.