Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan situasi geopolitik global. Pemerintah, menurut dia, berupaya meningkatkan investasi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional berjalan sesuai target serta menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya untuk mendorong perbaikan kondisi ekonomi yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (Spring Meeting IMF–World Bank Group) yang digelar pada 13–17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.
Pertemuan tahunan itu dihadiri oleh menteri keuangan dan pembangunan, gubernur bank sentral, anggota parlemen, eksekutif sektor swasta, perwakilan organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, akademisi, serta organisasi internasional. Agenda pembahasan mencakup tantangan utama pembangunan global, termasuk prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan pengentasan kemiskinan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Purbaya juga bertemu sejumlah investor global untuk menyampaikan perkembangan terkini ekonomi Indonesia sekaligus mendorong peningkatan investasi.
Ia menegaskan arah pembangunan Indonesia kini bergeser, tidak hanya berfokus pada menjaga stabilitas, tetapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi tersebut, kata dia, didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, dan produktivitas.