Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperoleh alokasi 11.000 unit rumah melalui program bedah rumah setelah pertemuan dengan pemerintah pusat. Alokasi tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan hunian layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di NTT.
Capaian itu disampaikan usai pertemuan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Johni menyampaikan kondisi dan kebutuhan mendesak masyarakat NTT terkait perumahan.
“Pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman menghasilkan alokasi program bedah rumah sebanyak 11.000 unit untuk NTT. Ini merupakan langkah nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Johni.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis serta Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis. Kehadiran sejumlah pihak tersebut disebut sebagai bentuk sinergi lintas pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pembangunan sektor perumahan dan permukiman di NTT.
Program bedah rumah tersebut direncanakan didistribusikan secara merata ke seluruh kabupaten/kota di NTT, dengan estimasi sekitar 500 unit per daerah. Pemerintah Provinsi NTT menilai alokasi ini sebagai hasil komunikasi aktif dan diplomasi yang terarah dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
Selanjutnya, hasil pertemuan akan dilaporkan kepada Gubernur NTT untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak.