BERITA TERKINI
UMKM Bangkalan Gelar Istighasah Rutin, Perkuat Spiritual di Tengah Tekanan Ekonomi

UMKM Bangkalan Gelar Istighasah Rutin, Perkuat Spiritual di Tengah Tekanan Ekonomi

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bangkalan menggelar istighasah bersama sebagai upaya penguatan spiritual di tengah kondisi ekonomi global yang lesu dan dirasakan berdampak pada sektor usaha kecil.

Kegiatan ini disebut rutin dilaksanakan setiap malam Jumat Manis dan menjadi bagian dari program pembinaan spiritual bagi para pedagang serta pelaku UMKM. Selain istighasah, agenda juga diisi dengan khotmil Quran sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Pembina Persatuan PKL Bangkalan, Muhlis Suryani, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan telah menjadi agenda rutin. “Memang program kami setiap malam Jumat Manis itu bergantian, kadang istighasah, kadang khotmil Quran. Ini bagian dari penguatan spiritual para pedagang,” ujarnya.

Menurut Muhlis, ketidakstabilan ekonomi global saat ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Ia menyebut kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat, sementara daya beli masyarakat justru menurun.

“Modal semakin bertambah karena harga bahan baku naik. Tapi kami juga tidak berani menaikkan harga jual, karena daya beli masyarakat sedang menurun,” katanya.

Situasi tersebut dinilai membuat kondisi usaha menjadi tidak kondusif. Karena itu, para pelaku UMKM berharap istighasah dapat membawa keberkahan sekaligus membantu pemulihan ekonomi. “Mudah-mudahan dengan adanya istighasah ini, kondisi ekonomi bisa kembali normal,” ucap Muhlis.

Selain menguatkan ikhtiar spiritual, ia juga berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam menghadapi situasi ekonomi yang sulit. Pelaku usaha kecil meminta agar tidak muncul kebijakan yang justru menambah beban mereka.

“Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah yang berpihak kepada UMKM. Jangan sampai ada program atau kebijakan yang malah menambah beban kami,” tegasnya.

Muhlis turut menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam pemberdayaan UMKM, tidak hanya sebatas penarikan kewajiban seperti pajak, tetapi juga dukungan nyata melalui program-program pemberdayaan. “Kalau ingin dilihat keseriusannya, ya dari anggarannya. Kalau besar berarti serius, kalau kecil berarti belum maksimal,” pungkasnya.