Politikus PDI Perjuangan, Utut Adianto, menilai arah diplomasi yang dijalankan Prabowo mencerminkan strategi “mendayung di antara dua karang”, yakni menjaga keluwesan hubungan di tengah dinamika kekuatan global. Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan terjebak dalam aliansi militer tertentu.
Utut mengatakan DPR RI terus mengingatkan pemerintah agar Indonesia tidak dibawa masuk ke dalam blok militer mana pun. “Saya rasa pasti tidak, karena kita di Senayan juga bagian dari yang selalu menekankan bahwa kita tidak boleh masuk ke aliansi militer. Jadi bahwa kita tetap bebas aktif,” ujar Utut.
Ia mengakui, posisi Indonesia yang menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan global dapat memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Namun, menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari strategi diplomasi yang fleksibel.
“Kalau ada kekhawatiran pasti, sampai seberapa jago atau sampai seberapa fleksibel kita masih bisa di antara dua karang itu,” ucapnya.
Utut juga menyinggung meningkatnya perhatian negara-negara lain terhadap posisi Indonesia, termasuk setelah adanya berbagai kesepakatan kerja sama dengan Amerika Serikat.