JAKARTA — Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI mendeklarasikan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia sebagai respons atas situasi global yang dinilai semakin kritis akibat konflik bersenjata. Para inisiator menilai eskalasi konflik mulai berdampak langsung terhadap stabilitas nasional Indonesia.
Mewakili inisiator, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan kaukus tersebut merupakan bentuk kepedulian moral sekaligus gerakan politik parlemen untuk menjaga perdamaian dunia. Ia menilai dampak perang global telah mengancam ketahanan energi dan ekonomi, sehingga kehidupan masyarakat Indonesia semakin sulit.
Doli juga menyebut Indonesia kehilangan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon.
“Nah tentu ini tidak boleh kita biarkan, tidak boleh kita berdiam diri. Maka kami sepakat untuk mengambil inisiatif membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia,” kata Doli dalam konferensi pers di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dalam waktu dekat, kaukus berencana melaporkan inisiatif tersebut kepada pimpinan DPR, DPD, hingga MPR RI agar gerakan ini menjadi langkah institusional resmi. Tujuannya, memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih tegas dan serius dalam upaya mengakhiri perang.

