BERITA TERKINI
Anwar Ibrahim: Diplomasi Strategis Jadi Andalan Malaysia Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Anwar Ibrahim: Diplomasi Strategis Jadi Andalan Malaysia Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan diplomasi yang bijak menjadi kunci bagi negaranya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, terutama akibat konflik geopolitik yang mengganggu rantai pasok dan mendorong kenaikan harga komoditas.

Anwar mengatakan, Malaysia tetap bersikap tegas dalam menyikapi isu-isu internasional. Namun, ia menekankan bahwa hubungan dagang dan ekonomi dengan negara-negara besar dunia perlu dikelola secara strategis agar kepentingan nasional tetap terjaga.

Menurutnya, seni diplomasi memungkinkan Malaysia mempertahankan hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara di Asia Barat dan Amerika Serikat, tanpa harus mengorbankan kepentingan negara. “Meski kita tegas terhadap ketidakadilan, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat, kita harus tetap bijak dan tidak terlalu konfrontatif agar kerja sama perdagangan tetap terjaga,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, Malaysia tetap menunjukkan dukungan terhadap Iran, namun pada saat yang sama terus menjalin hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Bagi Anwar, pendekatan konfrontatif yang memaksa sebuah negara memilih pihak tidak tepat diterapkan dalam dinamika global saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Anwar saat meresmikan Kolej Vokasional Pengerang di SMK Tanjung Pengelih. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek dan Menteri Pekerjaan Alexander Nanta Linggi.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyinggung krisis energi global. Ia menyebut hubungan diplomatik yang kuat telah membantu Malaysia mengatasi tantangan, termasuk gangguan pasokan minyak. Ia mencontohkan komunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang, menurutnya, memungkinkan tujuh kapal Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz kembali melanjutkan perjalanan.

“Kami berkomunikasi dengan pemimpin dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Pakistan, Turkiye, dan Amerika Serikat, namun tetap dapat berdialog intensif dengan Iran hingga akhirnya kapal-kapal kita diizinkan melintas. Ini bukan hal mudah,” kata Anwar.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi bukti pentingnya hubungan diplomatik yang baik dalam menjaga kepentingan nasional. Anwar juga menyatakan konflik di Asia Barat telah berdampak luas terhadap ekonomi global, mulai dari kenaikan harga minyak, meningkatnya biaya logistik, hingga terganggunya rantai pasok.

Meski demikian, ia memastikan kondisi Malaysia masih relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain yang harus mengambil langkah drastis. Pemerintah MADANI, lanjutnya, berkomitmen menghadapi tantangan melalui berbagai langkah strategis, termasuk rekomendasi dari Dewan Tindakan Ekonomi Negara.

“Harga minyak melonjak, begitu juga pupuk, bahan kimia, serta biaya pengiriman, logistik, dan asuransi. Namun kita bersyukur kondisi kita tidak separah negara lain,” ujarnya.

Anwar mengungkapkan, beberapa negara ASEAN bahkan terpaksa menutup ratusan stasiun pengisian bahan bakar, sementara di negara lain harga bahan bakar telah melampaui RM10 per liter.