BERITA TERKINI
AS Peringatkan Risiko Konsentrasi Produksi Cip di Taiwan, Korea Selatan Soroti Potensi Dampak Tarif

AS Peringatkan Risiko Konsentrasi Produksi Cip di Taiwan, Korea Selatan Soroti Potensi Dampak Tarif

Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat memperingatkan besarnya risiko ekonomi global akibat konsentrasi industri semikonduktor di Taiwan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, menyatakan bahwa fakta sekitar 97% cip canggih dunia diproduksi di Taiwan merupakan ancaman tunggal terbesar dan titik kegagalan paling serius bagi perekonomian global.

Menurut Bessent, gangguan produksi di Taiwan berpotensi memicu konsekuensi yang sangat besar, bahkan ia menyebutnya dapat berujung pada dampak “tingkat kiamat”. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kembali dorongan Washington untuk memindahkan sebagian rantai pasok semikonduktor ke wilayah Amerika Serikat.

Dalam konteks penguatan kemandirian pasokan, Bessent juga mengumumkan pembentukan Aliansi Mineral Kritis. Aliansi ini melibatkan negara-negara G7 serta mitra strategis seperti Australia, India, dan Korea Selatan, dengan tujuan membangun kemampuan penambangan dan pemrosesan mineral krusial secara lebih mandiri.

Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menanggapi kekhawatiran terkait potensi pengenaan tarif 100% oleh AS terhadap semikonduktor. Ia menilai kebijakan tersebut sangat tidak mungkin diterapkan karena akan mendorong kenaikan harga semikonduktor di pasar AS secara drastis.

Lee juga menyatakan Korea Selatan telah memiliki kesepakatan dengan AS agar negaranya tidak menerima ketentuan tarif yang lebih buruk dibanding Taiwan. Namun, ia menambahkan bahwa kondisi itu juga dapat berarti Korea Selatan menghadapi situasi yang sama tidak menguntungkannya seperti Taiwan. “Ini juga berarti Korea Selatan mungkin menghadapi situasi yang sama tidak menguntungkannya seperti Taiwan, oleh karena itu saya berharap Taiwan mampu bertahan,” ujarnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut menggambarkan kompleksitas lanskap geopolitik semikonduktor, di mana negara-negara sekaligus bersaing dan saling bergantung dalam rantai pasok teknologi yang sangat terpusat.