Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menempuh jalur diplomasi untuk mengupayakan agar dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dapat keluar dan melintasi Selat Hormuz.
“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Rabu (4/3/2026).
Bahlil menambahkan, apabila pada akhirnya kedua tanker tersebut tidak dapat dikeluarkan dari wilayah konflik, Kementerian ESDM telah menyiapkan langkah alternatif dengan mencari sumber minyak mentah lain untuk diimpor.
“Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber krud dari yang lain dan sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan awak kapal serta keamanan aset kapal milik anak perusahaan.

