BERITA TERKINI
Aurelie Moeremans Rilis Memoar ‘Broken Strings’, Angkat Pengalaman Grooming dan Relasi Tidak Sehat

Aurelie Moeremans Rilis Memoar ‘Broken Strings’, Angkat Pengalaman Grooming dan Relasi Tidak Sehat

Aktris Aurelie Moeremans merilis buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, sebuah memoar yang memuat refleksi personal tentang masa muda yang ia sebut penuh luka emosional. Melalui buku ini, Aurelie membuka pengalaman yang selama ini ia simpan rapat, termasuk ketika ia mengaku menjadi korban child grooming dan terjebak dalam hubungan tidak sehat sejak usia belasan tahun.

Buku tersebut resmi dirilis pada 3 Januari 2026. Tak lama setelah peluncuran, Aurelie membagikan potongan isi buku melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan itu menarik perhatian publik dan memicu diskusi di media sosial mengenai isu grooming, trauma, dan relasi yang tidak sehat.

Dalam pernyataannya, Aurelie menegaskan bahwa Broken Strings merupakan kisah nyata tentang dirinya. Ia menggambarkan proses grooming yang terjadi perlahan, disebutnya melibatkan manipulasi dan kontrol dari sosok yang usianya jauh lebih tua, hingga membuatnya merasa kehilangan kendali atas diri sendiri sebelum akhirnya dapat menyelamatkan diri.

Aurelie menuliskan pengalaman tersebut sebagai potret masa muda yang membentuk cara pandangnya terhadap diri sendiri, hubungan, dan lingkungan sekitar. Ia menyebut buku ini ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban, dan tidak dimaksudkan untuk mencari pembenaran atas kejadian yang dialami, melainkan sebagai bagian dari proses memahami diri.

Kejujuran menjadi salah satu sorotan dalam memoar ini. Aurelie tidak menampilkan dirinya sebagai sosok tanpa cela, melainkan sebagai seseorang yang pernah terluka dan berupaya bangkit. Ia juga menempatkan buku tersebut sebagai ruang bagi mereka yang mengalami hal serupa, terutama bagi orang-orang yang selama ini memilih diam karena trauma.

Bagi Aurelie, menulis Broken Strings juga disebut sebagai bagian dari pemulihan. Buku ini memuat perjalanan emosional dari kebingungan dan rasa takut hingga perlahan tumbuh keberanian untuk memahami serta menerima masa lalu. Melalui refleksi personal, ia mengajak pembaca lebih peka terhadap kesehatan mental dan pentingnya membangun relasi yang sehat serta saling menghormati.

Di dalamnya, pembaca juga diajak mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sejak dini. Aurelie menekankan bahwa keluar dari situasi semacam itu membutuhkan waktu, dukungan, dan keberanian.

Sejak dirilis, Broken Strings disebut mendapat respons luas dari publik dan media sosial. Sejumlah pembaca mengapresiasi keberanian Aurelie mengangkat isu grooming secara terbuka—topik yang dinilai masih kerap dianggap tabu, terlebih ketika melibatkan figur publik. Buku ini juga dinilai membuka ruang diskusi tentang edukasi perlindungan bagi anak dan remaja serta meningkatkan pemahaman mengenai grooming.

Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth tersedia dalam format e-book dan dapat diakses secara digital melalui berbagai perangkat. Melalui karya ini, Aurelie menyampaikan pesan bahwa berbagi cerita bukan bentuk kelemahan, melainkan dapat menjadi langkah awal untuk bangkit.