BERITA TERKINI
BI: Perang Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan Global, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Turun ke 3,1%

BI: Perang Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan Global, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Turun ke 3,1%

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan perang di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global. Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara, sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global.

Perry menyampaikan, selain membebani prospek ekonomi, kondisi pasar keuangan global juga memburuk. Ia menyoroti penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan yield US Treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari negara-negara emerging market.

Dengan perkembangan tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan melambat menjadi 3,1% dari perkiraan sebelumnya 3,2%, meskipun terjadi penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat.

Perry juga menyebut tekanan inflasi global meningkat dari 3,8% menjadi 4,1%. Kenaikan ini dinilai mempersempit peluang penurunan kebijakan moneter global, termasuk kemungkinan tertundanya penurunan Fed Fund Rate.

Lebih lanjut, ia mengatakan yield US Treasury terus meningkat seiring membengkaknya defisit fiskal di Amerika Serikat, termasuk kenaikan anggaran untuk pembiayaan perang. Kondisi ini mendorong naiknya premi risiko investasi global, yang menurut Perry menyebabkan pergeseran aliran modal ke aset safe haven, terutama ke pasar uang Amerika Serikat.

Bank Indonesia mencatat indeks mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang juga terus menguat, sejalan dengan meningkatnya preferensi investor terhadap aset berisiko rendah.