Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima courtesy call Satuan Tugas (Satgas) Kartika Jala Krida 2026 di Medan, Senin (6/4/2026). Rombongan terdiri atas taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI serta perwakilan kadet dari berbagai negara.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 76 taruna AAL TNI dan 56 taruna mancanegara mengikuti pelatihan. Sejumlah kadet yang hadir berasal dari Jepang, Singapura, Korea Selatan, Pakistan, Kanada, Kenya, Filipina, Prancis, Australia, Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, Inggris, serta negara lainnya.
Bobby menilai pertemuan lintas negara itu menjadi momentum penting untuk membangun hubungan baik antarkadet. Ia berharap relasi yang terjalin dapat berdampak pada stabilitas dan ketenteraman global di masa depan.
“Pada satu titik, hubungan tersebut dapat membawa keputusan penting, membawa kebijakan penting, dan hubungan itu tentu akan berdampak pada ketenteraman global,” kata Bobby dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut yang memilih Sumatera Utara sebagai salah satu titik persinggahan dalam pelayaran Kartika Jala Krida 2026. Selain menjalankan misi pelayaran, para kadet juga melaksanakan kegiatan bakti sosial selama berada di Sumut.
Para kadet diketahui berangkat dari Surabaya sejak Maret dan akan menempuh perjalanan selama 124 hari. Rute pelayaran meliputi Colombo, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, Sulawesi Utara, sebelum kembali ke Surabaya.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodamar) I Deny Septiana menyampaikan bahwa Kartika Jala Krida mengemban misi diplomasi maritim. Menurutnya, para taruna juga akan mengikuti berbagai kegiatan sosial dan budaya di setiap daerah yang disinggahi.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Mulyono.

