MATARAM — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Johan Rosihan, mengingatkan bahwa dunia saat ini memasuki fase baru konflik global yang tidak lagi terbatas pada aspek militer, melainkan bergeser ke perang ekonomi dan perang mata uang. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi berdampak langsung pada stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Johan dalam kegiatan Halal Bihalal DPW PKS Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Sabtu (5/4/2026), yang dihadiri kader serta pengurus partai dari berbagai daerah di NTB.
Legislator asal Pulau Sumbawa itu menyoroti eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dinilainya telah melampaui dimensi militer dan merambah ke persaingan sistem keuangan global. Ia menyebut dinamika tersebut memicu pergeseran sistem transaksi energi dunia, termasuk dorongan penggunaan mata uang non-dolar dalam perdagangan minyak.
Menurut Johan, perubahan itu berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi dan menekan stabilitas ekonomi global. Dampaknya, kata dia, dapat dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga pangan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga melemahnya daya beli.
“Kalau harga energi terganggu, maka biaya produksi naik, distribusi terganggu, dan ujungnya rakyat yang menanggung beban melalui kenaikan harga pangan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem ekonomi global yang rentan. Johan menegaskan ketahanan pangan bukan semata isu ekonomi, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Johan menyatakan PKS akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan sebagai fondasi kedaulatan bangsa di tengah tekanan global. Ia juga mengajak kader PKS meningkatkan kemampuan membaca dinamika global sekaligus tetap hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Johan berharap momentum Halal Bihalal dapat memperkuat soliditas kader PKS untuk menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat peran pelayanan kepada masyarakat. “Kita harus siap menghadapi perubahan dunia dengan keteguhan, persatuan, dan kerja nyata,” pungkasnya.

