Harga sejumlah komoditas bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis, dengan batu bara mencatat lonjakan paling tajam usai pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping di Korea Selatan. Sementara itu, harga minyak mentah bertahan stabil karena pelaku pasar menilai peluang meredanya ketegangan dagang kedua negara.
Dalam kesepakatan berdurasi satu tahun, Trump disebut setuju menurunkan tarif terhadap Tiongkok menjadi 47% dari sebelumnya 57%. Sebagai imbalannya, China akan melanjutkan pembelian kedelai AS, menjaga ekspor tanah jarang tetap mengalir, serta menindak perdagangan fentanil ilegal.
Dikutip dari Reuters, minyak berjangka Brent naik 8 sen atau 0,1% menjadi USD 65,00 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 9 sen atau 0,1% menjadi USD 60,57 per barel.
Untuk komoditas batu bara, harga ditutup melonjak pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan data dari Tradingeconomics, harga batu bara naik 4,81% ke level USD 108,90 per ton.
Di sisi lain, harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) tercatat menguat tipis. Berdasarkan Tradingeconomics, CPO naik 0,19% menjadi MYR 4.260 per ton.
Adapun harga nikel melemah 1,01% menjadi USD 15.250 per ton, menurut Tradingeconomics. Penurunan juga terjadi pada timah. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga timah turun 1,08% dan ditutup di USD 35.792 per ton.

