BERITA TERKINI
Harga Emas Cenderung Naik Saat Geopolitik Memanas, Ini Faktor Pendorongnya

Harga Emas Cenderung Naik Saat Geopolitik Memanas, Ini Faktor Pendorongnya

Harga emas kerap bergerak naik ketika isu perang atau konflik global mencuat. Pola ini kembali terlihat saat ketegangan geopolitik melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang turut mendorong harga emas naik 2% pada Senin (2/3/2026).

Mengutip CNBC Indonesia, kenaikan tersebut membawa harga emas menembus level tertinggi dalam sebulan, dengan kisaran harga disebut berada di sekitar Rp 3,4–2,5 juta per gram. Lonjakan ini dinilai bukan semata kebetulan, karena dalam berbagai episode ketidakpastian global—terutama terkait konflik di Timur Tengah dan hubungan negara-negara besar—emas sering menjadi aset yang paling diburu investor.

Berikut sejumlah faktor yang umum mendorong harga emas menguat ketika situasi geopolitik memanas.

1. Emas dipandang sebagai aset “safe haven”
Emas dikenal sebagai safe haven atau aset lindung nilai yang dianggap relatif aman saat kondisi ekonomi dan politik berada dalam tekanan. Ketika ketidakpastian meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke emas untuk menjaga nilai kekayaan.

2. Pelemahan nilai mata uang
Penurunan nilai mata uang, terutama dolar AS, dapat ikut mendorong kenaikan harga emas. Ketika perang atau konflik memicu ketidakpastian ekonomi, nilai tukar mata uang dapat tertekan akibat inflasi maupun gangguan perdagangan internasional. Dalam kondisi mata uang melemah, emas kerap diburu karena dinilai lebih stabil, sehingga harganya berpotensi naik.

3. Peningkatan pembelian oleh bank sentral
Dalam situasi ketidakpastian global, sejumlah bank sentral dapat meningkatkan cadangan emas untuk memperkuat stabilitas keuangan dan mengurangi ketergantungan pada aset kertas. Permintaan dalam jumlah besar dari bank sentral ini dapat menambah tekanan kenaikan pada harga emas.