BERITA TERKINI
Harga Kedelai Impor Naik, Pedagang Tahu Pong di Semarang Pilih Tahan Harga Jual

Harga Kedelai Impor Naik, Pedagang Tahu Pong di Semarang Pilih Tahan Harga Jual

Kenaikan harga kedelai impor yang dikaitkan dengan konflik global mulai dirasakan pelaku usaha olahan kedelai di Semarang, Jawa Tengah. Meski biaya produksi meningkat, sejumlah pedagang tahu pong di Pasar Peterongan memilih menahan harga jual untuk menjaga daya beli pelanggan.

Salah satunya Setiawati, penjual tahu pong yang akrab disapa Watik. Ia mengatakan masih mempertahankan harga lama karena mempertimbangkan kondisi ekonomi pelanggan di tengah harga kebutuhan pokok yang ikut naik.

Watik menjual satu bungkus tahu pong berisi 10 biji seharga Rp4.500. Selain itu, tahu kotak cokelat dibanderol Rp9.000, tahu putih ukuran besar Rp7.500, dan tahu putih ukuran kecil Rp6.000.

“Kita masih bertahan untuk pakai harga yang lama, Mas. Soalnya kasihan pelanggan kalau dinaikan (harganya). Kan sekarang semua bahan pokok sudah mahal,” kata Watik kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026) pagi.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai berkaitan dengan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memengaruhi pasokan global. Indonesia yang masih bergantung pada impor kedelai, terutama dari Amerika Serikat, turut terdampak.

“Pengaruhnya besar sekali. Apalagi kan kedelai jadi bahan baku terutama. Ya Bismillah semoga (perang Iran) cepat mereda. Walaupun kebetulan saya punya pabrik sendiri, usaha sendiri sama kakak, tapi harus diakui omzetnya jadi menipis, malah cenderung menurun,” ujarnya.

Watik menjalankan usaha keluarga bersama kakaknya, Joko Wiyatno. Produksi dilakukan di Kampung Tandang, Mrican, sedangkan penjualan dipusatkan di Pasar Peterongan. Ia menyebut di lokasi produksi terdapat 15 pekerja yang tetap dipertahankan.

“Di dalam pabrik Tandang Mrican 15 pekerja. Kami tetap berusaha bertahan bagaimanapun kondisinya. Misalnya dengan kondisi sekarang omzet tadinya Rp10 ribu jadi Rp6.000 tetap kami syukuri,” katanya.

Kondisi serupa juga dialami pedagang tempe di pasar yang sama. Mereka menyebut margin semakin tertekan, namun harga jual masih ditahan. “Tempe (bungkus) godong Rp6000 per enam bungkus. Kondisinya kayak gini tapi kita gak bisa berbuat apa-apa,” kata Lastri.

Sementara itu, pedagang sembako di Pasar Peterongan mencatat kenaikan harga kedelai dalam beberapa hari terakhir. Mulyadi menyebut harga kedelai naik dari Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

“Pasokannya normal, saya rutin ambil 10 kilo kedelai dari Pasar Pedamaran Johar. Tapi sudah tiga hari ini harganya naik jadi Rp18 ribu. Kalau saya perkirakan, kedelai ini mahal harganya karena dampak impor,” ujarnya.