BERITA TERKINI
Harga Kemasan Plastik di Banjarmasin Naik hingga 40 Persen, Pedagang dan Pelaku Usaha Tertekan

Harga Kemasan Plastik di Banjarmasin Naik hingga 40 Persen, Pedagang dan Pelaku Usaha Tertekan

Harga bahan baku plastik di pasar global mulai berdampak pada harga jual kemasan plastik di tingkat pedagang dan pelaku usaha di Kota Banjarmasin. Kenaikan harga yang disebut telah mencapai 40 persen terjadi seiring dampak konflik di Timur Tengah.

Chitra, pemilik toko plastik di Banjarmasin, mengatakan kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap. Awalnya, kenaikan berada di kisaran 20 persen, lalu terus merangkak hingga menyentuh 40 persen untuk hampir semua produk berbahan dasar plastik.

Menurut Chitra, besaran kenaikan juga dipengaruhi kondisi pabrik. Jika pasokan bahan baku di pabrik mencukupi, kenaikan bisa lebih kecil. Namun, ia menilai lonjakan paling signifikan terjadi pada produk seperti styrofoam, kantong kresek, dan gelas plastik. Pernyataan itu disampaikan Chitra pada Jumat, 3 April 2026.

Di lapangan, harga satu bal styrofoam yang sebelumnya Rp300 ribu kini naik menjadi Rp400 ribu. Harga kantong plastik besar naik dari Rp11 ribu menjadi Rp15 ribu per pak, sementara gelas minuman besar meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per pak.

Untuk pembelian borongan, harga satu bal kantong plastik juga naik dari Rp1 juta menjadi Rp1,3 juta. Menghadapi tren harga yang terus meningkat dan tidak menentu, Chitra mengaku mulai menyesuaikan stok barang.

Ia menyebut kondisi pasar turut memengaruhi penjualan. Menurutnya, pembeli cenderung mengurangi jumlah belanja, sehingga ia memilih tidak menyimpan stok terlalu banyak. “Kondisi harga sekarang lagi bergejolak dan tidak menentu, jadi penjualan juga sepi. Pelanggan yang biasanya beli tiga, sekarang cuma ambil satu dulu, jadi saya tidak berani stok barang banyak-banyak,” katanya.

Dampak kenaikan harga di tingkat toko turut dirasakan pelaku usaha kecil, termasuk jasa katering. Alva, pemilik katering, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp2 ribu hingga Rp3 ribu untuk setiap pembelian perlengkapan plastik.

Kenaikan biaya kemasan makanan membuatnya perlu menyesuaikan perhitungan operasional agar usaha tetap berjalan. Ia juga menyampaikan kekhawatiran soal kesulitan menyesuaikan harga jual kepada pelanggan di tengah kenaikan berbagai kebutuhan. “Kami sebenarnya agak khawatir karena harga barang serba naik, jadi susah mengatur harga jual ke pelanggan. Untuk menyiasatinya, kami terpaksa menyesuaikan porsi makanan agar biaya modal tetap tertutupi,” ujar Alva.

Para pedagang dan pelaku usaha di Banjarmasin berharap harga plastik dapat kembali stabil dan terjangkau. Mereka khawatir jika kenaikan berlanjut, daya beli masyarakat menurun dan usaha kecil semakin sulit bertahan.