BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Melonjak, Sentuh Tertinggi Sejak Krisis 2008 di Tengah Ketatnya Pasokan

Harga Minyak Dunia Melonjak, Sentuh Tertinggi Sejak Krisis 2008 di Tengah Ketatnya Pasokan

Harga minyak dunia melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan 2008, seiring pasokan global yang kian ketat akibat gangguan distribusi energi.

Lonjakan tersebut terlihat pada harga spot minyak mentah Brent untuk pengiriman fisik yang mencapai 141,36 dollar AS per barel pada Kamis, berdasarkan data S&P Global. Harga spot ini mencerminkan permintaan Brent untuk pengiriman dalam waktu dekat, sekitar 10 hingga 30 hari ke depan.

Kenaikan harga untuk pengiriman cepat itu dinilai menunjukkan kondisi pasokan minyak fisik global yang sangat ketat saat ini. Situasi tersebut dipicu oleh gangguan besar pada pasokan energi setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Harga spot Brent tercatat 32,33 dollar AS lebih tinggi dibandingkan kontrak berjangka (futures) minyak Brent untuk pengiriman Juni, yang ditutup pada level 109,03 dollar AS per barel pada hari yang sama.

Pendiri Energy Aspects, Amrita Sen, menilai pergerakan di pasar berjangka justru dapat memberikan gambaran yang menyesatkan. Menurutnya, harga futures seolah menciptakan rasa aman palsu bahwa kondisi pasokan tidak terlalu tegang, sementara ketatnya pasokan lebih jelas terlihat di pasar fisik.

Sen juga menyebut ketegangan di pasar energi sudah terasa di sektor lain. Ia menambahkan, harga solar di Eropa saat ini bahkan hampir mencapai 200 dollar AS per barel, yang mencerminkan tekanan tinggi di pasar energi.

Sementara itu, CEO Chevron Mike Wirth sebelumnya mengingatkan bahwa harga futures belum mencerminkan besarnya gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz. Ia menilai pergerakan pasar lebih banyak dipengaruhi oleh informasi yang terbatas dan persepsi pelaku pasar.

Menurut Wirth, penutupan Selat Hormuz menimbulkan dampak fisik yang nyata dan menyebar ke seluruh dunia serta sistem energi global, namun dampak tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kurva harga futures minyak.