BERITA TERKINI
Harga Perak Turun 4,7% ke US$ 46,33, Tertekan Harapan Kesepakatan Dagang AS–China

Harga Perak Turun 4,7% ke US$ 46,33, Tertekan Harapan Kesepakatan Dagang AS–China

Harga perak dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (27/10/2025). Data Bloomberg pada pukul 21.40 WIB menunjukkan harga perak spot berada di level US$ 46,33 per ons troi, turun 4,7% dibandingkan akhir pekan lalu di US$ 48,62 per ons troi.

Pelemahan ini terjadi seiring berkembangnya negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang dinilai meredakan ketegangan global. Kondisi tersebut menurunkan minat terhadap aset safe haven, sekaligus mendorong aksi ambil untung setelah reli tajam sebelumnya.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penurunan harga perak dalam beberapa hari terakhir terutama dipicu oleh meredanya tensi perang dagang. “Harga perak memang masih terus mengalami pelemahan. Salah satu penyebabnya adalah kemungkinan besar Amerika dan China akan ada deal-deal untuk perang dagang,” ujar Ibrahim, Senin (27/10/2025).

Ibrahim menambahkan, pertemuan pejabat setingkat menteri di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Malaysia yang menghasilkan rencana pertemuan lanjutan di KTT APEC Korea Selatan turut membentuk ekspektasi pasar akan membaiknya hubungan dagang kedua negara. “Informasi ini membuat memanasnya perang dagang sedikit mereda sehingga harga perak kembali mengalami pelemahan,” jelasnya.

Meski saat ini bergerak di kisaran US$ 46 per ons troi, Ibrahim menilai prospek perak hingga akhir tahun masih cukup positif, terutama terkait ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS. Ia memperkirakan The Federal Reserve masih berpeluang menurunkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan, yang berpotensi menjadi katalis penguatan harga perak.

Menurut Ibrahim, harga perak berpeluang menguji kembali level US$ 54 per ons troi, bahkan bisa menuju US$ 55 per ons troi jika pemangkasan suku bunga terealisasi. “Masih ada sentimen positif karena Bank Sentral Amerika masih akan menurunkan suku bunga di bulan Oktober, November, dan Desember. Ini akan membuat harga perak terus mengalami kenaikan,” tuturnya. Ia memproyeksikan kisaran pergerakan harga perak di akhir tahun berada pada US$ 50,19–US$ 55 per ons troi.

Sementara itu, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai volatilitas harga perak dalam sepekan terakhir masih wajar setelah kenaikan tajam sepanjang tahun. “Sepekan terakhir, perak cukup volatile, menurun tajam mengikuti emas oleh ekspektasi meredanya tensi dagang China–AS, namun hal itu wajar mengingat kenaikan yang sangat tajam setahun ini,” kata Lukman, Senin (27/10/2025).

Lukman juga menyoroti perbedaan karakter perak dibanding emas. Menurutnya, emas lebih sensitif terhadap sentimen tarif, sedangkan perak memiliki peran ganda sebagai logam industri. Karena itu, meredanya tensi dagang dinilai tidak terlalu membebani perak. Ia menambahkan, secara historis rasio harga emas terhadap perak berada di kisaran 1:50, sehingga valuasi perak saat ini masih relatif murah terhadap emas.

Hingga akhir tahun, Lukman memperkirakan harga perak cenderung stabil di sekitar US$ 50 per ons troi, dengan dukungan dari potensi pemangkasan suku bunga The Fed.