Dinas Perdagangan (Disdag) Sumatera Selatan menyatakan kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik global. Hampir seluruh jenis plastik dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, bahkan ada yang meningkat hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya.
Di Pasar KM 5 Palembang, misalnya, plastik kemasan 1 kilogram yang sebelumnya dijual Rp30 ribu per bal kini naik menjadi Rp58 ribu. Selain harga yang meningkat, pedagang juga mengeluhkan pasokan barang yang semakin sulit didapatkan.
“Barangnya sudah susah didapatkan, bersyukur kalau masih ada. Kita juga belum tahu sampai kapan kondisi seperti ini akan berlangsung,” kata Dea, salah satu pedagang, Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, menjelaskan gangguan pasokan terjadi akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu pemasok utama minyak dunia. Ia menyebut sekitar 25 persen distribusi minyak global berasal dari kawasan tersebut, dengan jalur utama melalui Selat Hormuz yang dinilai menjadi titik krusial dan kini rentan terganggu.
“Ketika jalur distribusi terganggu, maka efeknya berantai, termasuk pada bahan baku plastik,” ujar Henny, Senin (6/4/2026).
Kenaikan harga plastik ini dirasakan langsung pedagang kecil hingga pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, karena plastik menjadi kebutuhan harian untuk kemasan. Sejumlah pelaku usaha disebut terpaksa menekan biaya operasional atau menaikkan harga jual produk untuk menyesuaikan kenaikan biaya.

