BERITA TERKINI
Harga Plastik Grosir di Malang Melonjak hingga 100 Persen, Pedagang Keluhkan Dampak Kenaikan Bahan Baku

Harga Plastik Grosir di Malang Melonjak hingga 100 Persen, Pedagang Keluhkan Dampak Kenaikan Bahan Baku

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada perdagangan di Kota Malang. Salah satu yang terasa adalah kenaikan harga komoditas plastik di tingkat grosir yang dilaporkan melonjak drastis, bahkan hingga dua kali lipat dari harga normal.

Kenaikan tersebut di antaranya terjadi di Grosir Plastik Eka, Jalan Muharto. Pengelola grosir, Muhammad Umam, mengatakan lonjakan harga dipicu meningkatnya harga bahan baku plastik yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar dolar.

“Kenaikan ini murni karena bahan bakunya. Bahan baku plastik itu kan terpengaruh harga minyak dunia dan dolar, ya karena perang itu memang,” ujar Umam, Senin (6/4).

Menurut Umam, rata-rata kenaikan harga plastik di tempatnya berada di kisaran 50 persen. Namun, untuk beberapa jenis tertentu, kenaikannya mencapai 100 persen. Ia mencontohkan plastik jenis PP atau plastik bening (kantong kresek) yang sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Selain itu, kemasan plastik jenis thinwall juga mengalami kenaikan tajam. Harga yang semula Rp 25 ribu per slop (isi 25 pcs) kini menjadi Rp 52 ribu per slop. Umam menyebut kenaikan setinggi ini baru pertama kali ia rasakan selama menjalankan usaha.

“Tidak pernah naik segini banyak. Kenaikan ini bukan ditentukan oleh toko, tapi langsung dari pabrik karena bahan bakunya memang mahal,” katanya.

Lonjakan harga tersebut memicu keluhan dari masyarakat, khususnya pedagang kecil yang bergantung pada kemasan plastik. Umam mengatakan tidak sedikit pembeli yang membatalkan pesanan setelah mengetahui harga terbaru.

“Banyak pembeli yang balik (batal beli) karena harganya tinggi sekali. Penjual bingung, pembeli juga bingung. Pabrik pun sama, karena sistemnya sekarang harus bayar tunai (cash), kalau tidak ada uang muka, barang tidak diproduksi,” jelasnya.

Dampak lain yang dirasakan adalah penurunan omzet penjualan. Umam berharap ada intervensi pemerintah agar harga tidak terus melonjak dan tidak semakin membebani masyarakat kecil.

“Harapannya harga bisa turun. Kalaupun naik, jangan terlalu signifikan seperti sekarang. Kondisinya sekarang ini sepi dibandingkan biasanya. Orang orang saya rasakan daya belinya juga sepertinya turun,” pungkasnya.