Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (6/4/2026). Indeks sempat turun ke level 7.001, lalu melanjutkan pelemahan hingga berada di posisi 6.972 atau turun 0,78% pada pukul 09.04 WIB.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi pagi ini mencapai 1,78 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,31 triliun dan frekuensi 132.600 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 187 saham menguat, 370 saham melemah, dan 401 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham yang masuk daftar penguat teratas (top gainers) antara lain FORU, YPAS, TRUS, ESIP, MSIN, DUTI, MSKY, APLI, OILS, POLA, dan LPGI. Sementara itu, saham yang berada dalam daftar pelemah teratas (top losers) meliputi DATA, IFSH, SOTS, ALKA, ATAP, ROCK, SOHO, RLCO, DSSA, BREN, dan AKSI.
Tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih berlanjut pada awal pekan seiring meningkatnya sentimen risk off global dan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik. Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat pergerakan bursa saham global cenderung bervariasi, dengan Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,13% ke level 46.504,67. Di sisi lain, S&P 500 naik 0,11% dan Nasdaq Composite menguat 0,18%.
Dari dalam negeri, tekanan pasar juga dipengaruhi aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp864 miliar pada perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup melemah 2,19%.
Sentimen negatif turut dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengindikasikan rencana serangan “extremely hard” terhadap Iran dalam 2–3 pekan mendatang. Situasi tersebut kembali mendorong penghindaran risiko di pasar global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Secara teknikal, IHSG dinilai berpotensi melanjutkan pelemahan dengan pola descending triangle menuju area support pada kisaran 7.000 hingga 6.950. Selain faktor global, pelaku pasar juga mencermati kebijakan regulator terkait konsentrasi kepemilikan saham pada sejumlah emiten yang dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas perdagangan.
Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham TAPG, MBMA, dan JPFA.

