SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mendorong promosi potensi daerah ke tingkat global melalui pendekatan diplomasi budaya atau soft power. Upaya ini diarahkan untuk memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan peluang investasi.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, menilai langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang aktif mempromosikan potensi daerah secara langsung kepada investor dan mitra internasional sebagai strategi yang tepat. Pernyataan itu disampaikan Heru usai pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).
Heru menyebut Jawa Tengah memiliki beragam modal promosi, mulai dari produk, budaya, hingga pariwisata. Ia juga menilai provinsi ini telah memiliki fondasi kerja sama internasional melalui skema sister province dan sister city dengan sejumlah wilayah di luar negeri, yang dapat menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi global.
Menurut Heru, sinergi antara Kemenlu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan diperkuat. Penguatan tersebut mencakup promosi investasi, peningkatan kapasitas (capacity building), serta pengembangan jejaring internasional.
Heru menambahkan, kekayaan budaya Jawa Tengah dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam penguatan diplomasi soft power Indonesia. Melalui pendekatan budaya, ia berharap Indonesia lebih dikenal dunia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya, nilai harmoni, dan peradaban yang luhur.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyambut dukungan Kemenlu dalam memperkuat diplomasi soft power. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan investasi asing di Jawa Tengah.
Luthfi menyampaikan bahwa investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) menyumbang sekitar 58 persen dari total realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2025. Ia menilai angka tersebut menjadi peluang jika Kemenlu dapat menjembatani promosi investasi, termasuk di sektor budaya, perdagangan, dan pariwisata.
Ke depan, Luthfi menegaskan pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan Kemenlu, termasuk memanfaatkan jaringan perwakilan RI di luar negeri serta diaspora Indonesia untuk memperluas pasar produk Jawa Tengah. Ia berharap dukungan itu dapat meningkatkan daya saing produk, khususnya dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di pasar global.

